SAMPANG – Awal mulanya pada tahun 1972 Maksideh hanya menjual kopi untuk pegawai PLN. Namun, lama kelamaan mendapat saran untuk membuka warung kecil dan dijual untuk umum. Jadilah warung ini dinamakan warung kopi Maksideh yang kini dikelola oleh anaknya, Sri Hartatik.

Warung Kopi Maksideh berbeda dengan kopi pada umumnya. Keistimewaan kopinya disangrai di tungku kayu, bukan dikompor dan tanpa campuran apapun alias 100 persen murni.

Selain wedang kopi, adapula pilihannya seperti espresso, latte, cappuccino dan lainnya. “Kopinya pasti lain, coba saja buktikan,” kata Sri Hartatik.

Dalam perjalanannya, tepatnya tahun lalu warung Maksideh direnovasi dan bersama sang kakak mempunyai gagasan untuk berkolaborasi. Alhasil, tidak hanya menjual kopi saja tapi donat yang kualitasnya tidak kalah dengan donat ternama dan menjadi makanan khas Sampang.

“Kalo untuk rasa kita berani diadu karena tidak dibuat secara tradisional lagi melainkan dengan alat khusus, ucap Lukman Budiarto, sang pengelola Maksideh Coffee & Donuts yang beralamatkan di Jalan Trunojoyo Sampang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini